Tulisan Arab Alhamdulillah

Tulisan arab alhamdulillah – Subahanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar. 3 kalimat tersebut mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita.

Yup, Tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah) dan takbir (Allahuakbar) adalah beberapa bacaan dzikir setelah sholat sholat fardhu.

Namun, pembahasan kita kali ini spesifik hanya pada kalimat alhamdulillah saja. Selengkapnya mari simak penjelasan berikut ini.

Tulisan Arab Alhamdulillahi Rabbil Alamiin

tulisan arab alhamdulillah

Kalimat alhamdulillah atau tahmid mungkin sudah sering sekali kita dengarkan atau bahkan kita juga kita ucapkan.

Namun, meski demikian masih banyak juga yang belum mengerti bagaimana penulisannya, mari kita bahas satu persatu.

  • Tulisan Arab Alhamdulillah :
الْحَمْدُ للَّهِ / اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْن
  • Tulisan Arab Alhamdulillah Perkata

اَلْحَمْدُ

Segala puji

لِلهِ

Bagi Allah

رَبِّ

Rabb (Tuhan)

اْلعَالَمِيْن

Semesta Alam

  • Tulisan arab alhamdulillah tanpa harakat
الحمد لله رب العالمين / Alhamdulillahi Robbil ‘Alamiin
  • Tulisan Arab Latin :

Alhamdulillah / Alhamdulillahi Robbil ‘Alamiin

  • Artinya :

Segala puji Bagi Allah Tuhan Semesta Alam

Tulisan Arab Alhamdulillah Lainnya yang Sering di Ucapkan

#Pertama

الحمد لله والشکر لله / Tulisan Latin : Alhamdulillah Wa syukurillah
Artinya : Segala puji dan syukur hanya untuk Allah SWT

#Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ / Latin : Alhamdulillah ‘alaa kulli haal.
Artinya : Segala puji bagi Allah pada setiap keadaan

#Ketiga

أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَنِعْمَةٍ / Latin : Alhamdulillah ala kulli halin wa ni’matin
Artinya : Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam atas Segala keadaan dan nikmatnya

#Keempat

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ / Latin : Alhamdulillahilladzi Bi Nimatihi Tatimmush Sholihat
Artinya : Segala puji milik Allah yang dengan kenikmatan-Nya menjadi sempurna segala amal soleh

Penjelasan Makna Kalimat Alhamdulillah

Tahmid atau Alhamdulillah merupakan sebuah kalimat yang digunakan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada yang maha segala-galanya yaitu Allah SWT.

Seperti artinya, yakni segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam.

Dengan mengucapkan kalimat alhamdulillah juga bisa menjadi pengingat kita bahwa sejatinya segala nikmat yang kita rasakan ini datangnya dari Allah SWT.

 

Kapan Alhamdulillah Diucapkan?

waktu mengucapkan alhamdulillah

Setelah Makan dan Mimum

قَالَ : مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ : الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا الطَّعَامَ  وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّة
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Bagi orang yang selesai makan, maka ucapkanlah: “Alhamdulillah alladzi ath’amani hadzath Tho’ama wa rozaqoniihi min ghori haulin minni wa laa quwwah (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini dan melimpahkannya kepadaku tanpa daya dan kekuatanku)”. (HR. Abu Dawud no. 4032, At-Tirmidzi no. 3458, Ibnu Majah no. 3285, dan lainnya)

Ketika Bersin

Berikutnya waktu mengucapkan alhamdulillah adalah ketika bersin hal ini sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya :

“Apabila seorang di antara kalian bersin maka ucapkanlah Alhamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan yarhamukallah, dan bila dijawab demikian maka balaslah dengan ucapan yahdikumullah wa yuslihubaalakum.” (HR. Bukhari).

Hal ini ternyata jika di telaah ada hikmah di balik membaca alhamdulillah ketika bersin.

Dengan membaca alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah, karena sejatinya bersin adalah reaksi atau respon  pertahanan tubuh kita ketika ada benda asing yang menjadi penyebab penyakit di dalam tubuh.

Ketika Keluar Dari Kamar Mandi

غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَذْهَبَ عَنِّى اْلاَذَى وَاَبْقَى فِيْ مَا يَنْفَعُنِيْ
Artinya : “Dengan mengharap ampunan-Mu, segala puji milik Allah yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan menetapkan sesuatu yang bermanfaat bagiku.”

Ketika Memakai Pakaian

قَالَ : وَمَنْ لَبِسَ ثَوْبًا فَقَالَ : الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا الثَّوْبَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Bagi orang yang memakai pakaian, maka ucapkanlah: “Alhamdulillah alladzi kasaani hadzats tsauba wa rozaqoniihi min ghori haulin minni wa laa quwwah (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku pakaian ini dan melimpahkannya kepadaku tanpa daya dan kekuatanku)”. (HR. Abu Dawud no. 4032, At-Tirmidzi no. 3458, dan lainnya)

Ketika Bangun dari Tidur

Hal ini berdasarakan hadits berikut :

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ قَالَ : بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا . وَإِذَا قَامَ قَالَ :الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak menuju tempat tidur, beliau berdoa: “Bismika amuutu wa ahyaa (Dengan Nama-Mu, aku mati dan aku hidup)”. Dan ketika bangun, beliau berdoa: “Alhamdulillah alladzi ahyaana ba’da maa amaatanaa wa   ilaihin nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami dan kepada Allah akan bangkit)”. (HR. Al-Bukhari no. 6314, Muslim no. 2711, dan lainnya)

Ketika Mendapatkan Nikmat

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ ». وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ ».
Artinya : Dari Aisyah, kebiasaan Rasulullah jika menyaksikan hal-hal yang beliau sukai adalah mengucapkan “Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat (Segala puji bagi Allah yang dengan nikmatnya menjadi sempurna amal-amal kebaikan)”. Sedangkan jika beliau menyaksikan hal-hal yang tidak menyenangkan beliau mengucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli hal (Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan)”. (HR. Ibnu Majah no. 3803 dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani

Kutbah Jum’at dan Nikah

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَمَّا بَعْدُ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan: “Innal hamda lillah nahmaduhu wa nasta’inuhu …. (Segala puji bagi Allah. Hanya kepadaNya, kami memuji dan meminta pertolongan. Barangsiapa Allah beri petunjuk maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan barangsiapa Allah sesatkan maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tiada sekutu bagiNya, dan Muhammad hamba dan rasul-Nya).” (HR. Muslim no. 868 dalam Kitab Shalat Jumat)

Ketika Ditimpa Musibah

Hal yang dimaksud adalah jika ada seseorang yang di tinggal mati oleh salah seorang kerabatnya, lalu ia membaca kalimat istirja (innalillahi wa inna ilaihi raaji’un) lalu kemudian mengucapkan Alhamdalah seperti penjelasan hadits berikut ini :

عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ” إذا مات ولد العبد قال الله تعالى لملائكته : قبضتم ولد عبدي ؟ فيقولون : نعم ، فيقول : قبضتم ثمرة فؤاده ؟ فيقولون : نعم ؟ فيقول : فماذا قال عبدي ؟ فيقولون : حمدك واسترجع ، فيقول الله تعالى : ابنوا لعبدي بيتا في الجنة ، وسموه بيت الحمد ” قال الترمذي : حديث حسن.
“Dari Abu Musa al-Asyari RA. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang anak hamba Allah meninggal, Allah SWT akan berkata kepada para malaikatnya, “Kalian sudah mengambil ruh anak hamba-Ku?” para malaikat tersebut kemudian menjawab, “iya.” Allah SWT kemudian bertanya lagi, “Kalian sudah mengambil ruh buah hatinya?” Para malaikat pun menjawab, “iya.” Allah SWT kemudian bertanya lagi, “Apa yang diucapkan hamba-Ku?” Para malaikat menjawab, “Ia memujimu dan beristirja’” Maka Allah  SWT berfirman, “Bangunkan untuk hamba-Ku sebuah rumah di surga, dan namailah dengan bait alhamd.” Imam at-Tirmidzi berkata bahwa hadis ini adalah hadis hasan. (lihat: Imam an-Nawawi, al-Adzkār an-Nāwī, [Beirut: Dār Kutub Islamiyah, 2004 M), j. 1, h. 173.)

Keutamaan Membaca Alhamdulillah

keutamaan membaca alhamdulillah

Berikut merupakan keutamaan membaca alhamdulillah

Diberi Pahala dan Dihapuskan Dosa

« إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى مِنَ الْكَلاَمِ أَرْبَعاً سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ فَمَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ عِشْرِينَ حَسَنَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ عِشْرِينَ سَيِّئَةً وَمَنْ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ فَمِثْلُ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ فَمِثْلُ ذَلِكَ وَمَنْ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ كُتِبَتْ لَهُ ثَلاَثُونَ حَسَنَةً وَحُطَّ عَنْهُ ثَلاَثُونَ سَيِّئَةً
Dari Abu Sa’id Al Khudri dan Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah memilih 4 perkataan: subhanallah (Maha suci Allah) dan alhamdulillah (segala puji bagi Allah) dan laa ilaaha illa allah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah) dan Allahu akbar (Allah maha besar). Barangsiapa mengucapkan subhaanallah, maka Allah akan menulis 20 kebaikan baginya dan menggugurkan 20 dosa darinya, dan barangsiapa mengucapkan Allahu Akbar, maka Allah akan menulis seperti itu juga, barangsiapa mengucapkan laa Ilaaha illallah, maka akan seperti itu juga, dan barangsiapa mengucapkan alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin dari relung hatinya maka Allah akan menulis 30 kebaikan untuknya dan digugurkan 30 darinya.” (HR. Ahmad, No. 302)
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَا عَلَى الأَرْضِ رَجُلٌ يَقُولُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ إِلاَّ كُفِّرَتْ عَنْهُ ذُنُوبُهُ وَلَوْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Tidaklah seorang di muka bumi ini mengucapkan: Laa ilaha illallah, wallahu akbar, subhanallah, wal hamdulillah, wa laa hawla wa laa quwwata illa billah, melainkan dosa-dosanya akan dihapus walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Ahmad, No. 158)

Ditambahkan Nikmat

Jika kita bersyukur maka nikmat kita akan di tambah oleh Allah SWT hal ini berdasarkan Al-Qur’an Surah Ibrahim : 7

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Artinya : Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

Dzikir yang Dicintai Allah

Kalimat alhamdulillah atau alhamdalah juga merupakan salah satu kalimat yang dicintai oleh Allah SWT. Hal ini berdasarkan hadits berikut!

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ. لاَ يَضُرُّكَ بَأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ
Diriwayatkan oleh Samuroh bin Jundub, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Ada 4 ucapan yang paling disukai oleh Allah yaitu: Subhanallah, Alhamdulillah,  Laa ilaaha illallah (tahlil), dan Allahu Akbar. Tidak berdosa bagimu dengan mana saja kamu memulai.” (HR. Muslim, No. 2137)

Akhir Kata

Nah, itu tadi merupakan sedikit pembahasan tentang tulisan arab alhamdulillah, berikut makna dan penjelasannya semoga pembahasan singkat ini bisa menambah wawasan kita semua seputar tulisan arab kalimat alhamdulillah.

Semoga bisa bermanfaat, wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.