Tulisan Arab Sholawat

Tulisan arab sholawat – Pada kesempatan kali ini penulis akan kembali berbagi kapada teman-teman tentang sholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ dan keutamaannya.

Kerap kali pak guru di sekolah selalu mengingatkan kami ketika mata pelajaran agama islam agar kita selalu membaca sholawat di manapun kami berada dan dalam kondisi apapun.

Ternyata bukan tanpa dasar pak guru menyuruh kami membaca sholawat ternyata selain ada anjuran dalam agama, ada pula keutamaan ketika membaca sholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ

Selengkapnya mari simak penjelasan berikut ini!

Tulisan Arab Sholawat Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammad

tulisan arab sholawat
maunah.id
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Tulisan bacaan sholawat latin : Allahumma Sholli ala Sayyidina Muhammad
Artinya :  “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad

Bahkan sampai sangat di anjurkannya membaca sholawat, orang yang mendengar nama Nabi Muhammad ﷺ. di sebut tapi enggan bersholawat maka termasuk golongan orang-orang yang kikir.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ dari Ali bin Abi Thalib yang berbunyi :

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: البَخِيلُ الَّذِي مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ. رواه الترمذي.
Artinya : “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Orang yang sangat pelit adalah orang yang ketika namaku disebut di sampingnya, ia tidak mau membaca shalawat kepadaku.” (HR At-Tirmidzi).
Membaca sholawatnya aja kita dapa seabreg pahala, masa iyaa di paksa menerima pahala nggak mau sih. Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammad.

Bagi umat islam pada seluruh ibada wajib seperti sholat juga tidak lepas kalimat sholawat di dalamnya

Baca juga :

Tulisan Arab Bismillah

Perintah Membaca Sholawat

gambar al qur'an, tulisan arab sholawat

Berikut adalah dalil anjuran membaca sholawat yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadits.

1. Dalil Dalam Al-Qur’an

Membaca sholawat juga merupakan sebuah amalan yang juga di perintahkan oleh Allah SWT yang termaktub dalam QS. Al-Ahzab : 56

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Latin : Innallah wa malaaikatahu yusholluna ‘ala nnabi yaa ayyuha ladzina aamanu shollu’alaihi wa sallimu taslima
Artinya :“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)

Melihat redaksi ayat di atas bisa di tarik 3 kesimpulan :

  • 1. Sesungguhnya Allah SWT bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW

Penjelasan : yang di maksud Allah SWT bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah Allah memberikan ridho dan rahmatnya kepada Nabi Muhammad SAW.

  • 2. Sesungguhnya Malaikat bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW

Penjelasan : Sedangkan malaikat bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW maknanya adalah mendoakan dan memohonkan ampun.

  • 3. Perintah kepada orang-oang beriman untuk bersholawat kepada Nabi Muhamad SAW

Penjelasan : sedangkan sholawat dari umat Nabi Muhammad SAW adalah bentuk pujian, sanjungan atau penghormatan atas Rasulullah SAW.

Pada intinya sholawat yang di lakukan Allah, Malaikat dan umat Nabi Muhammad adalah untuk melegitimasi atau mengakui bahwa kedudukan Nabi Muhammad adalah mulia atas seluruh makhluk ciptaan Allah.

Hal ini juga sebagaimana Allah SWT memerintahkan kita untuk selalu mengingat-Nya bukan berarti Allah membutuhkan kita mahluknya, namun untuk menunjukkan kedudukan dan kemaha besaran-Nya.

2. Dalil Dalam Hadits

Selain itu ada juga hadits dari Nai Muhammad SAW yang berbunyi :

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى الله عَلَيْهِ عَشْرًا
Artinya: “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.” –  (HR. Muslim)

Manfaat Membaca Sholawat Kepada Nabi Muhammad ﷺ

Ternyata sangat banyak sekali keutamaan dari membaca sholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ

Menurut Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah berikut adalah keutamaan membaca sholawat untuk Nabi Muhammad ﷺ

  • Taat kepada apa yang di perintahkan kepada Allah SWT yakni bersholawat atas NAbi Muhammad ﷺ.
  • Allah SWT bersholawat 10 kali kepada yang membaca sholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.
  • Diangkat drajatnya 10 kali bagi para pembaca sholawat tiap satu kali bacaan sholawat.
  • Dicatat 10 kebaikan per-1 kali bacaan sholawat. (
    مَنْ صَلَّى عَلَيَّ بَلَغَتْنِي صَلَاتُهُ وَصَلَّيْتُ عَلَيْهِ وَكُتِبَ لَهُ سِوَى ذَلِكَ عَشْرُ حَسَنَاتٍ
    Artinya: “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku maka shalawatnya sampai kepadaku dan aku bershalawat kepadanya dan ditulis baginya selain itu sepuluh kebaikan.” (HR Ath-Thabrani).
  • Diterima dan dikabulkan doanya oleh Allah jika pada doanya terdapat sholawat. (oleh karena itu setiap berdoa kita selalu di anjurkan mengucap bismillah dan membaca sholawat).
  • Menjadi penyebab seorang hamba Allah SWT kelak di hari kiamat mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad ﷺ.
  • Diampuni dosanya oleh Allah SWT
  • Dicukupi segala kebutuhan orang-orang yang bersholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.
  • Dijadikan golongan orang yang dekat dengan Nabi Muhammad ﷺ. kelak di akhirat.
  • Tiap pembacaan sholawat 1 kali maka akan di hapuskan 10 keburukan yang membaca sholawat.
  • Memupuk rasa cinta seorang muslim kepada Rasulullah Muhammad ﷺ.
  • Di dekatkan kepada orang yang juga mencintai Nabi Muhammad ﷺ.
  • Peka kepada kebaikan dan hatinya selalu di beri hidayah oleh Allah SWT.
  • Dengan membaca sholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. sama saja kita mendoakan diri kita sendiri.
  • Membaca sholawat juga merupakan salah astu wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang di berikan.
  • Merupakan bentuk rasa syukur terhadap nikmat iman dan islam.

Waktu Yang Dianjurkan Untuk Membaca Sholawat

Berikut ini merupakan waktu-waktu yang dianjurkan untuk membaca sholawat!

#1 Ketika Mendengar Nama Nabi Muhammad ﷺ Disebut

Waktu dianjurkan membaca sholawat yang pertama adalah ketika kita mendengar nama Nabi Muhammad ﷺ di sebut maka kita di anjurkan untuk membaca sholawat untuk bliau.

#2 Ketika Berdoa

Kedua, Dalam berdoa bacaan sholawat sudah seperti kop dalam sebuah surat, dengan membaca sholawat di awal doa dan pada akhir doa bisa membuat doa kita mudah untuk di terima dan di kabulkan oleh Allah SWT.

Hal ini juga di tegaskan oleh Rasulullah ﷺ dalam sebuah hadits, bahwa sebelum berdoa hendaknya memuji Allah lalu bersholawat kepada Nabi ﷺ di lanjutkan dengan permohonan kita seperti hadits berikut ini.

Diriyawatkan oleh Fudholah bin ‘Ubaid, ia berkata,

سَمِعَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- رَجُلاً يَدْعُو فِى صَلاَتِهِ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « عَجِلَ هَذَا ». ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ أَوْ لِغَيْرِهِ « إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ اللَّهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ لِيُصَلِّ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ لِيَدْعُ بَعْدُ بِمَا شَاءَ ».
Artinya : “Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah mendengar seseorang memanjatkan doa dalam shalatnya, lalu ia tidak memanjatkan shalawat pada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Beliau pun berkata, “Orang ini terlalu tergesa-gesa dalam doanya.” Kemudian beliau memanggilnya lalu menegurnya atau mengatakan pada lainnya, “Jika salah seorang di antara kalian berdoa, maka mulailah dengan memuji Allah, menyanjung-Nya, lalu bershalawat pada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, lalu mintalah doa yang diinginkan.” (HR. Tirmidzi No. 3477)

#3 Ketika Hari Jum’at

Ketiga, waktu yang dianjurkan untuk banyak-banyak membaca sholawat adalah pada hari jum’at karena barangsiapa banyak bersholawat kepada Nabi Muhammad maka akan semakin dekat kepada bliau, berdasarkan hadits berikut!

Membaca sholawat pada hari jum’at juga merupakans alah satu amalan sunnah pada hari jum’at.

Diriwayatkan dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً
Artinya: “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jumat. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jumat. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Al-Baihaqi)

#4 Masuk dan Keluar Masjid

Keempat, adalah ketika sebelum masuk dan keluar dari masjid, berdasarkan hadits berikut, yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah bersabda :

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيُسَلِّمْ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَإِذَا خَرَجَ فَلْيُسَلِّمْ عَلَى النَّبِىِّ وَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ اعْصِمْنِى مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Artinya : “Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka ucapkanlah salam pada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, kemudian ucapkanlah ‘Allahummaftah lii abwaaba rohmatik’ (Artinya: Ya Allah, bukakanlah untukku pintu rahmat-Mu). Kemudian saat keluar, ucapkanlah salam pada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, lalu ucapkanlah ‘Allahumma’shimnii minasy syaithonir rojiim’ (Artinya: Ya Allah, lindungilah aku dari godaan setan yang terkutuk).” (HR. Ibnu Majah no. 773)

#5 Setelah Adzan dan Iqomat

Kelima, adalah setelah adzan dan iqomah, hal ini beradasarkan hadits yang diriwayatkan Oleh ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِىَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِىَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ
Artinya : “Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah pada Allah untukku. Karena wasilah itu adalah tempat di surga yang hanya diperuntukkan bagi hamba Allah, aku berharap akulah yang mendapatkannya. Siapa yang meminta untukku wasilah seperti itu, dialah yang berhak mendapatkan syafa’atku.” (HR. Muslim No. 384)

#6 Ketika Mensholatkan Jenazah

Keenam, adalah ketika mensholatkan jenazah, berikut haditsnya!

عَنْ مَعْمَرٍ عَنِ الزُّهْرِىِّ قَالَ أَخْبَرَنِى أَبُو أُمَامَةَ بْنُ سَهْلٍ : أَنَّهُ أَخْبَرَهُ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- : أَنَّ السُّنَّةَ فِى الصَّلاَةِ عَلَى الْجَنَازَةِ أَنْ يُكَبِّرَ الإِمَامُ ، ثُمَّ يَقْرَأُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ بَعْدَ التَّكْبِيرَةِ الأُولَى سِرًّا فِى نَفْسِهِ ، ثُمَّ يُصَلِّى عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَيُخْلِصُ الدُّعَاءَ لِلْجَنَازَةِ فِى التَّكْبِيرَاتِ لاَ يَقْرَأُ فِى شَىْءٍ مِنْهُنَّ ، ثُمَّ يُسَلِّمُ سِرًّا فِى نَفْسِهِ.
Artinya : Dari Ma’mar, dari Az Zuhriy, telah diceritakan dari Abu Umamah bin Sahl bahwa ada seorang sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang mengajarkan padanya: Yang ada dalam shalat jenazah, imam itu bertakbir, lalu membaca Al Fatihah setelah takbir pertama secara lirih yang didengar dirinya sendiri, kemudian bershalawat pada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Lalu beberapa takbir berikutnya menujukan doa yang murni untuk mayit, tidak ada bacaan (surat) pada takbir-takbir tersebut. Kemudian mengucapkan salam secara lirih untuk dirinya sendiri. (HR. Al Baihaqi 4: 39)

Baca juga :

Tulisan Arab Innalillahi

#7 Di Akhir Qunut

Ketujuh, waktu dianjurkan membaca sholawat adalah pada akhir bacaan qunut, hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al Hasan bin ‘Ali, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah mengajarkanku beberapa kalimat yang dibaca saat shalat witir. Beliau memerintahkanku untuk membaca,

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ
Artinya : “Allahummahdiini fiiman hadait, wa baarik lii fiiman ‘athoit, watawallanii fiiman tawallait, wabaarik lii fiima a’thait, waqinii syarrama qadlait, fainnaka taqdhi walaa yuqdho ‘alaik, wa innahu laa yadzillu man waalait, tabaarakta rabbana wata’aalait, wa shallallahu ‘alan nabiyyi muhammad. (Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, dan berilah aku keberkahan di antara orang-orang yang telah Engkau beri keberkahan, uruslah diriku di antara orang-orang yang telah Engkau urus, lindungilah aku dari keburukan apa yang telah Engkau tetapkan, sesungguhnya Engkau Yang memutuskan dan tidak diputuskan kepadaku, sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau jaga dan Engkau tolong. Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi. Shalawat Allah atas Nabi Muhammad)” (HR. Abu Daud No. 1425)

#8 Ketika Tasyahud Awal dan Akhir

Kedelapan, waktu membaca sholawat selanjutnya adalah ketika tasyahud, atau atahiyat awal dan akhir hal ini berdasarkan riwayat berikut :

Kaab bin Ujrah berkata bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah keluar menemui para sahabat, lalu para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, kamu telah mengetahui bagaimana kami mengucapkan salam padamu, lalu bagaimana cara kami bershalawat kepadamu ?” Lalu beliau bersabda, “Ucapkanlah…”

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Bacaan tasyahud latin : Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid.

(Artinya: “Ya Allah, semoga shalawat tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana tercurah pada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, semoga berkah tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana tercurah pada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia).” (HR. Muslim No. 406)

Baca juga :

Tulisan Arab Astaghfirullah

Macam Macam Bacaan Sholawat

Sholawat Ibrahimiyah

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ
  • Bacaan sholawat ibrahimiyah latin :
Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan untuk Nabi Muhammad. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung.”

Sholawat Nariyah

اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُ بِهَ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
  • Bacaan sholawat nariyah latin :
Allahumma shollì sholaatan kaamìlatan Wa sallìm salaaman taaman ‘ala sayyìdìnaa Muhammadìn Alladzì tanhallu bìhìl ‘uqadu, wa tanfarìju bìhìl kurabu. Wa tuqdhaa bìhìl hawaa’ìju Wa tunaalu bìhìr raghaa’ìbu wa husnul khawaatìmì wa yustasqal ghomaamu bì wajhìhìl karììmì, wa ‘alaa aalìhì, wa shahbìhì ‘adada kullì ma’luumìn laka.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah sholawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada junjunganku Baginda Nabi Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan. Dan dengannya juga ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik, serta memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, juga kepada keluarganya, para shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang Engkau miliki.”

Sholawat Munjiyat

‎اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةٌ تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْاَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَابِهَاجَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَابِهَا اَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ
  • Bacaan sholawat munjiyat latin :
Allahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin sholaatan tunjiinaa bihaa min jamii’il-ahwaali wal-aafaati wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al-haajaati wa tuthahirunaa bihaa min jamii’is-sayyi’aati wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad-darajaati wa tuballigunaa bihaa aqshal-gaayaati min jamii’il-khairaati fil-hayaati wa ba’dal-mamaati.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad Saw yang melaluinya Engkau akan menyelamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan membahayakan, dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan semua hajat kami dan membersihkan semua keburukan kami, mengangkat kami pada derajat tertinggi , menyampaikan kami pada puncak tujuan, dari semua kebaikan di waktu hidup dan sesudah mati.”

Sholawat Al-Anwar

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نُورِ الأَنْوَارِ. وَسِرِّ الأَسِرَارِ. وَتِرْيَاقِ الأَغْيَارِ. وَمِفْتَاحِ بَابِ الْنَسَارِ. سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُخْتَارِ. وَآلِهِ الأَطْهَارِ. وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ. عَدَد نِعَمِ الله وَأِفْضَالِهِ
  • Bacaan sholawat Al-Anwar latin :
Allahumma Shalli Alaa Nuuril Anwaari Wasirril Asraari, Watiryaaqil Aghyaari Wamiftaahi Baabil Yasaari, Sayyidinaa Wamaulaana Muhammadinil Muhtaari Wa Aalihil Ath Haari Wa Ash Haabihil Ahyaari Adada Niamillaahi Wa Ifdhaalih.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada cahaya dari segala cahaya, belakang layar dari segenap rahasia, penawar sedih dan kebingungan, pembuka pintu kemudahan, yakni junjungan kami, Nabi Muhammad saw. yang terpilih, keluarganya yang suci, dan para sahabatnya yang mulia sebanyak hitungan nikmat Yang Mahakuasa dan karunia-Nya”.

Sholawat Fatih

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ وَالنَّاصِرِ الحَقَّ بِالحَقِّ وَالهَادِي اِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ
  • Bacaan sholawat fatih latin :
Allohumma sholli wa sallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammadinil Fātihi lima ughliqo, wal khātimi limā sabaqa, wan nashiril haqqa bil haqqi, wal hadi ila shirotin mustaqim. Shollallahu ‘alayhi, wa ‘ala alihi, wa ashhabihi haqqa qadrihi wa miqdārihil ‘azhim.

Sholawat Syifa

أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ الأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا وَنُوْرِ الأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
  • Bacaan sholawat syifa latin
Allohumm sholli ‘ala sayyidina Muhammadin, tibbil quluubi wa dawaa-iha, wa ‘aafiyatil abdaani wa syifa-iha, wa nuuril abshoori wa dliyaa-iha, wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallim.”
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada baginda kami Nabi Muhammad yang menjadi obat dan penyembuhan hati, penyehat dan penyelamat badan, cahaya dan sinar penglihatan, dan limpahkan kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya, dan berilah kesejahteraan.”

Sholawat Bani Hasyim

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى النَّبِىِّ الْهَاشِمِىِّ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا
  • Bacaan sholawat bani hasyim latin
Allaahumma shalli ‘alaan-nabiyul Haasyimiyyi Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa sallim tasliimaan.
Artinya: “Ya Allah berikanlah rahmat serta salam kepada seorang nabi keturunan Bangsawan Hasyim, yakni Muhammad beserta keluarganya, semoga tetap selamat dan sejahtera.”

Sholawat Badr

Berikut adalah lirik sholawat badr

صلاة الله وسلام الله على طه رسول الله
صلاة الله وسلام الله على يس حبيب الله
تواصلنا ببسم الله
وبالهادي رسول الله
وبالهادي رسول الله
وكل مجاهد، مجاهد لله
بأهل البدر يا الله
إلهي إلهي سلم الأمه
من الآفات والنقمة
إلهي إلهي سلم الأمه
من الآفات والنقمة
ومن هم ومن غمة
بأهل البدر يا الله
صلاة الله وسلام الله على طه رسول الله
صلاة الله وسلام الله على يس حبيب الله
تواصلنا ببسم الله
وبالهادي رسول الله
وبالهادي رسول الله
وكل مجاهد، مجاهد لله
بأهل البدر يا الله
إلهي إلهي سلم الأمه
من الآفات والنقمة
ومن هم ومن غمة
بأهل البدر يا الله
صلاة الله وسلام الله على طه رسول الله
صلاة الله وسلام الله على يس حبيب الله
تواصلنا ببسم الله
وبالهادي رسول الله
وبالهادي رسول الله
وكل مجاهد، مجاهد لله
بأهل البدر يا الله
صلاة الله وسلام الله على طه رسول الله
صلاة الله وسلام الله على يس حبيب الله
تواصلنا ببسم الله
وبالهادي رسول الله
وبالهادي رسول الله
وكل مجاهد، مجاهد لله
بأهل البدر يا الله
  • Bacaan sholawat badr latin

Shalaatullaah Salaamullaah ‘Alaa Thaaha Rasuulillaah
Shalaatullaah Salaamullaah ‘Alaa Yaa Siin Habiibillaah

Tawassalnaa Bibismillaah Wabil Haadi Rasuulillaah
Wakulli Mujaahidin Lillaah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

llaahi Sallimil Ummah Minal Aafaati Wanniqmah
Wamin Hammin Wamin Ghummah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Ilaahi Najjinaa Waksyif Jamii’a Adziyyatin Wahrif
Makaa idal ‘idaa wal thuf Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

llaahi Naffisil Kurbaa Minal’Ashiina Wal’Athbaa
Wakulli Baliyyatin Wawabaa Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Fakam Min Rahmatin Washalat Wakam Min Dzillatin Fashalat
Wakam Min Ni’matin Washalat Bi Ahlil Bailri Yaa Allaah

Wakam Aghnaita Dzal ‘Umri Wakam Autaita D’Zal Faqri
Wakam’Aafaita Dzal Wizri Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Laqad Dlaaqat’Alal Oalbi Jamii’ul Ardli Ma’ Rahbi
Fa Anji Minal Balaas Sha’bi Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Atainaa Thaalibir Rifdi Wajullil Khairi Was Sa’di
Fawassi’ Minhatal Aidii Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Falaa Tardud Ma’al Khaibah Balij’Alnaa’Alath Thaibah
Ayaa Dzal ‘lzzi Wal Haibah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Wain Tardud Faman Ya-Tii Binaili Jamii’i Haajaati
Ayaa jalail mulimmaati Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

llaahighfir Wa Akrimnaa Binaili Mathaalibin Minnaa
Wadaf i Masaa-Atin ‘Annaa Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

llaahii Anta Dzuu Luthfin Wadzuu Fadl-Lin Wadzuu ‘Athfin
Wakam Min Kurbatin Tanfii Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Washalli ‘Alan Nabil Barri Bilaa ‘Addin Walaa Hashri
Wa Aali Saadatin Ghurri Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Akhir Kata

Nah, itu tadi merupakan pembahasan seputar sholawat yang bisa penulis bagikan untuk kalian. Semoga informasi yang di berikan bisa bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.